Posts

Showing posts with the label Istighfar

LAFADZ ISTIGHFAR YANG SHAHIH

BEBERAPA LAFADZ ISTIGHFAR YANG SHAHIH Di bawah ini beberapa lafadz istigfar yang berasal dari Al-Qur’an dan sunnah Rasululullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. 1. Lafazh istighfar terpendek أَسْتَغْفِرُ الله “Astaghfirullah”. Artinya : “Aku memohon ampun kepada Allah”. (Riwayat Muslim ). Biasa dibaca sebanyak 3 x oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam selepas shalat. 2. Dalam hadits At Timridzi, Abu Dawud, dan Al Hakim bahwa, barangsiapa membaca istighfar dibawah ini, maka akan diampunkan dosanya, meskipun ia telah lari dari medan jihad yang sedang berkecamuk (dimana dosanya sangat besar sekali) : أَسْتَغْفِرُ الله الَّذِي لآ إِلَهَ إِل...

LAFADZ ISTIGHFAR HAFALAN

BEBERAPA LAFADZ ISTIGHFAR YANG SHAHIH 1. أَسْتَغْفِرُ الله 2. أَسْتَغْفِرُ الله الَّذِي لآ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الحَيُّ القَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إ...

8 LAFADZ ISTIGHFAR YANG SHAHIH

8 Lafazh Istighfar Pilihan yang Shahih _______________ " Allahummaghfirlii ” (Ya Allah, ampunilah aku) atau “ Astaghfirullah ”   ( Ya Allah, aku memohon ampun pada-Mu). Sumber : https://rumaysho.com/2440-perbedaan-taubat-dan-istighfar.html _______________ Esensi dari istighfar adalah permohonan ampun kepada Allah Ta’ala, sebagai bukti dan wujud taubatan nasuha, yang didasarkan pada pengakuan yang jujur akan dosa, penyesalan yang dalam dan sepadan atasnya, serta tekad yang sungguh-sungguh untuk tidak mengulanginya. Inilah inti dari setiap istighfar. Sedangkan pelafazhan dengan lisan adalah faktor pendukung. Sehingga selama inti dan esensi tersebut telah terpenuhi dalam diri seseorang, maka masalah lafazh dan redaksi istighfar yang diucapkan bisa longgar dan relatif. Yakni bisa saja dengan lafazh dan redaksi yang manapun, dan bebas diucapkan dalam bahasa apapun. Baik Arab, Indonesia, Jawa, Madura, Sunda, Inggris, maupun yang lainnya. Namun, me...

TAUBAT RUMAYSHO

Taubat Setiap hamba pasti pernah terjerumus dalam dosa bahkan juga dosa besar. Mungkin saja seseorang sudah terjerumus dalam kelamnya zina, membunuh orang lain tanpa jalan yang benar, pernah menegak arak (khomr), atau seringnya meninggalkan shalat lima waktu padahal meninggalkan satu shalat saja termasuk dosa besar berdasarkan kesepakatan para ulama. Inilah dosa besar yang mungkin saja di antara kita pernah terjerumus di dalamnya. Lalu masihkah terbuka pintu taubat? Tentu saja pintu taubat masih terbuka, ampunan Allah begitu luas. Sebuah hadits yang patut jadi renungan, Anas bin Malik menceritakan bahwa Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, AllahTa’ala berfirman, ”Wahai anak Adam, sesungguhnya jika engkau menyeru dan mengharap pada-Ku, maka pasti Aku ampuni dosa-dosamu tanpa Aku pedulikan. Wahai anak Adam, seandainya dosamu membumbung tinggi hingga ke langit, tentu akan Aku ampuni, tanpa Aku pedulikan. Wahai anak Adam, seandainya engkau mendatangi-Ku deng...