Posts

Showing posts with the label Sifat Shalat Nabi

SIFAT SHALAT NABI (29)

Sifat Shalat Nabi (29): Mengakhiri Shalat dengan Salam Bagaimanakah cara salam untuk mengakhiri shalat? Salam adalah penutup shalat. Dari Abu Sa’id Al Khudri, Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda, مِفْتَاحُ الصَّلاَةِ الطُّهُورُ وَتَحْرِيمُهَا التَّكْبِيرُ وَتَحْلِيلُهَا التَّسْلِيمُ “ Pembuka shalat adalah bersuci, yang mengharamkan dari perkara di luar shalat adalah ucapan takbir dan yang menghalalkan kembali adalah ucapan salam .” (HR. Tirmidzi no. 238 dan Ib...

SIFAT SHALAT NABI (28)

Sifat Shalat Nabi (28): Kapan Menurunkan Jari Telunjuk Saat Tasyahud? Kapan menurunkan jari telunjuk yang digunakan untuk berisyarat saat tasyahud? Dalam kitab sunan disebutkan riwayat dari Ibnu ‘Umar, ia berkata, أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا جَلَسَ فِى الصَّلاَةِ وَضَعَ يَدَهُ الْيُمْنَى عَلَى رُكْبَتِهِ وَرَفَعَ إِصْ...

SIFAT SHALAT NABI (27)

Sifat Shalat Nabi (27): Di Tasyahud Akhir, Berdoa Agar Rajin Berdzikir dan Bersyukur Di tasyahud akhir, ada doa yang dituntunkan yang bisa kita baca dan semestinya dihafalkan, yaitu doa meminta pada Allah untuk rajin berdzikir, bersyukur dan bagus dalam ibadah. Dari Mu’adz bin Jabal  radhiyallahu ‘anhu , Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memegang tangannya lalu berkata, يَا مُعَاذُ وَاللَّهِ إِنِّى لأُحِبُّكَ وَاللَّهِ إِنِّى لأُحِبُّكَ “Wahai Mu’adz, demi Allah, sesungguhnya aku mencintaimu, sungguh aku mencintaimu.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selanjutn...

SIFAT SHALAT NABI (26)

Di Tasyahud Akhir, Nabi Berdoa Agar Semangat dalam Ibadah Di tasyahud akhir, di antara doa yang dipanjatkan Nabi adalah doa agar terus semangat dalam ibadah, maksudnya dijauhkan dari sifat “juben”. Sa’ad bin ‘Abi Waqqash biasa mengajarkan anaknya beberapa kalimat doa berikut. Ia mengajarkan doa tersebut sebagaimana para pengajar mengajarkan menulis. Ia mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca doa ini di dubur shalat (akhir tasyahud sebelum salam), ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺇِﻧِّﻰ ﺃَﻋُﻮﺫُ ﺑِﻚَ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺠُﺒْﻦِ ، ﻭَﺃَﻋُﻮﺫُ ﺑِﻚَ ﺃَﻥْ ﺃُﺭَﺩ...

SIFAT SHALAT NABI (25)

Di Tasyahud Akhir, Nabi Berdoa Memohon Salah satu doa lagi yang diajarkan setelah tasyahud akhir adalah doa memohon ampunan. Doa ini yang dimaksudkan oleh Imam Bukhari dalam kitab shahihnya. ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻰ ﺑَﻜْﺮٍ ﺍﻟﺼِّﺪِّﻳﻖِ – ﺭﺿﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ – . ﺃَﻧَّﻪُ ﻗَﺎﻝَ ﻟِﺮَﺳُﻮﻝِ ﺍﻟﻠَّﻪِ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﻋَﻠِّﻤْﻨِﻰ ﺩُﻋَﺎﺀً ﺃَﺩْﻋُﻮ ﺑِﻪِ ﻓِﻰ ﺻَﻼَﺗِﻰ . ﻗَﺎﻝَ ‏« ﻗُﻞِ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺇِﻧِّﻰ ﻇَﻠَﻤْﺖُ ﻧَﻔْﺴِﻰ ﻇُﻠْﻤًﺎ ﻛَﺜِﻴﺮًﺍ ﻭَﻻَ ﻳَﻐْﻔِﺮُ ﺍﻟﺬُّﻧُﻮﺏَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ، ﻓَﺎﻏْﻔِﺮْ ﻟِﻰ ﻣَﻐْﻔِﺮَﺓً ﻣِﻦْ ﻋِﻨْﺪِﻙَ ، ﻭَﺍﺭْﺣَﻤْﻨِﻰ ﺇِﻧَّﻚَ ﺃَﻧْﺖَ ﺍﻟْﻐَﻔُﻮﺭُ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴﻢُ ‏» Dari Abu Bakr Ash Shiddiq radhiyallahu ‘anhu, ia berkata pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Ajarkanlah padaku suatu doa yang aku baca dalam shalatku.” Beliau menjawab, ucapkanlah, “Allahumma inni zholamtu nafsii zhulman katsiroo wa laa yaghfirudz dzunuuba illa anta. Faghfir lii maghfiratan min ‘indik, warhamnii innaka antal ghofurur rohiim (artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku telah menzhalimi diriku sendiri dengan kezhaliman yang besar. Tiada...

SIFAT SHALAT NABI (24)

Di Tasyahud Akhir, Nabi Meminta Perlindungan dari Banyak Utang Setelah tasyahud akhir, lalu meminta perlindungan dari 4 hal, kemudian diperkanankan meminta doa semau kita. Di antara doa yang diajarkan setelah tasyahud akhir atau dalam shalat adalah meminta perlindungan dari perbuatan dosa dan sulitnya berutang. Dari ‘Aisyah -istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam-, Aisyah mengabarkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berdoa di dalam shalatnya, ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺇِﻧِّﻰ ﺃَﻋُﻮﺫُ ﺑِﻚَ ﻣِﻦْ ﻋَﺬَﺍﺏِ ﺍﻟْﻘَﺒْﺮِ ﻭَﺃَﻋُﻮﺫُ ﺑِﻚَ ﻣِﻦْ ﻓِ...

SIFAT SHALAT NABI (23)

Bacaan Tasyahud Akhir Bagaimanakah cara melakukan tasyahud akhir? Bagaimana bacaan di dalamnya? 35- Setelah itu melakukan gerakan shalat sama seperti rakaat sebelumnya hingga duduk tasyahud akhir. Cara duduk tasyahud adalah dengan duduk tawarruk, baik shalat tersebut terdapat dua kali tasyahud, atau shalat tersebut dua raka’at atau lebih. Hal ini sudah diterangkan sebelumnya pada Sifat Shalat Nabi (13): Cara Tasyahud Awal dan Akhir. Bacaan ketika tasyahud akhir sama dengan tasyahud awwal [Lihat: Sifat Shalat Nabi (20): Bacaan Tasyahud Awal ]. ﺍﻟﺘَّﺤِﻴَّﺎﺕُ ﺍﻟْﻤُﺒَﺎﺭَﻛَﺎﺕُ ﺍﻟﺼَّﻠَﻮَﺍﺕُ ﺍﻟﻄَّﻴِّﺒَﺎﺕُ ﻟِﻠَّ...

SIFAT SHALAT NABI (22)

Image
Keadaan Tangan Ketika Sujud Bagaimanakah keadaan tangan ketika sujud? Ini satu bahasan yang terlewatkan ketika membahas cara sujud . Bagaimanakah posisi tangan saat itu. Kita akan melihat dalam hadits-hadits berikut ini. Dari Ibnu Buhainah, ia berkata, ﺃَﻥَّ ﺍﻟﻨَّﺒِﻰَّ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﻛَﺎﻥَ ﺇِﺫَﺍ ﺻَﻠَّﻰ ﻓَﺮَّﺝَ ﺑَﻴْﻦَ ﻳَﺪَﻳْﻪِ ﺣَﺘَّﻰ ﻳَﺒْﺪُﻭَ ﺑَﻴَﺎﺽُ ﺇِﺑْﻄَ...

SIFAT SHALAT NABI (21)

Bagaimanakah cara bangkit ke rakaat ketiga setelah tasyahud awal? 32- Bangkit ke rakaat ketiga dengan bertumpu pada tangan sambil bertakbir “Allahu Akbar”. Menurut madzhab Syafi’i, berdiri ke rakaat ketiga adalah dengan bertumpu pada tangan di tanah. (Al Majmu’, 3: 307). Sebagaimana hal ini diterangkan sebelumnya pada point 29 ketika membahas cara bangkit ke rakaat kedua. 33- Bangkit ke rakaat ketiga setelah tasyahud awal dengan mengangkat tangan. Menurut ulama Syafi’iyah, disunnahkan mengangkat tangan ketika bangkit ke rakaat ketiga. (Idem). Dalam hadits Abu Humaid As Sa’idi mengenai mengangkat tangan saat bangkit dari tasyahud awwal, ia berkata, ثُمَّ نَهَضَ ثُمَّ صَنَعَ فِى الرَّكْعَةِ الثَّانِيَةِ مِثْلَ ذَلِكَ حَتَّى إِذَا قَامَ مِنَ السَّجْدَتَيْنِ كَبَّرَ وَرَفَعَ يَدَيْهِ حَتَّى يُحَاذِىَ بِهِمَا مَنْكِبَيْهِ كَمَا صَنَعَ حِينَ افْتَتَحَ الصَّلاَةَ “Kemudian Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bangkit, kemudian ia melakukan raka’at kedua seperti raka’at pertama. Sampai beliau s...

SIFAT SHALAT NABI (20)

Bacaan Tasyahud Awal Ada dua bacaan tasyahud awal dari beberapa bacaan tasyahud yang kami utarakan kali ini. Bacaan Tasyahud Awal Pertama, bacaan tasyahud Ibnu ‘Abbas. ﺍﻟﺘَّﺤِﻴَّﺎﺕُ ﺍﻟْﻤُﺒَﺎﺭَﻛَﺎﺕُ ﺍﻟﺼَّﻠَﻮَﺍﺕُ ﺍﻟﻄَّﻴِّﺒَﺎﺕُ ﻟِﻠَّﻪِ ﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻚَ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺒِﻰُّ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔُ ﺍﻟﻠ...

SIFAT SHALAT NABI (19)

BACAAN TASYAHUD , PERLUKAH DIGANTI ASSALAMU'ALAN NABI? Bacaan tasyahud di dalamnya disebutkan assalamu ‘alaika ayyuhan nabi, artinya salam untukmu wahai Nabi. Ini menggunakan lafazh orang kedua, seperti orang yang diajak bicara. Sedangkan dalam beberapa riwayat disebutkan lafazh tersebut hendaknya diganti dengan kata ganti orang ketiga menjadi ‘assalamu ‘alan nabi’, artinya salam bagi nabi. Apakah perlu mengganti dengan lafazh orang ketiga ataukah tetap seperti yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ajarkan? Perlu dipahami bahwa hadits-hadits yang membicarakan bacaan tasyahud, yang lebih sempurna adalah bacaan dari Ibnu ‘Abbas. Demikian pandangan dari ulama Syafi’iyah. Imam Nawawi rahimahullah berkata, “ Bacaan tasyahud yang paling sempurna menurut kami adalah bacaan tasyahud dari Ibnu ‘Abbas, lalu bacaan dari Ibnu Mas’ud, lalu bacaan dari Ibnu ‘Umar.” (Al Majmu’, 3: 304). Hal yang sama juga dikatakan ole...

SIFAT SHALAT NABI (18)

IMAM TASYAHUD AKHIR, MAKMUM DUDUK IFTIROSY ATAU TAWAFUK? Bagaimanakah yang dilakukan oleh makmum masbuk (makmum yang telat) jika imam sedang tasyahud akhir, makmum melakukan duduk iftirosy ataukah tawarruk? Bagaimanakah bentuk duduk iftirosy dan duduk tawarruk. Kita dapat melihat dalam hadits Abu Humaid berikut. ﻓَﺈِﺫَﺍ ﺟَﻠَﺲَ ﻓِﻰ ﺍﻟﺮَّﻛْﻌَﺘَﻴْﻦِ ﺟَﻠَﺲَ ﻋَﻠَﻰ ﺭِﺟْﻠِﻪِ ﺍﻟْﻴُﺴْﺮَﻯ ﻭَﻧَﺼَﺐَ ﺍﻟْﻴُﻤْﻨَﻰ ، ﻭَﺇِﺫَﺍ ﺟَﻠَﺲَ ﻓِﻰ ﺍﻟﺮَّﻛْﻌَﺔِ ﺍﻵﺧِﺮَﺓِ ﻗَﺪَّﻡَ ﺭِﺟْﻠَﻪُ ﺍﻟْﻴُﺴْﺮَﻯ ﻭَﻧَﺼَﺐَ ﺍﻷُﺧْﺮَﻯ ﻭَﻗَﻌَﺪَ ﻋَﻠَﻰ ﻣَﻘْﻌَﺪَﺗِﻪِ “Jika duduk di raka’at kedua, beliau duduk di kaki kirinya dan menegakkan kaki kanannya (baca: duduk iftirosy). Jika beliau duduk di raka’at terakhir, beliau mengeluarkan kaki kiri dan menegakkan kaki kanannya, duduk di lantai saat itu (baca: duduk tawarruk). ” (HR. Bukhari no. 828). Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan, “Jika makmum masbuk duduk di akhir shalatnya imam (imam berada pada tasyahud akhir). Ada tiga pendapat ulama Syafi’iyah dalam hal ini. Pendapat yang lebih tep...

SIFAT SHALAT NABI (17)

APAKAH SAAT TASYAHUD AWAL MEMBACA SHALAWAT? Apakah saat tasyahud awal diperintahkan membaca shalawat pada Nabi? Ada dua pendapat dalam madzhab Syafi’i dalam hal ini: Pendapat pertama, pendapat Imam Syafi’i al qodim (pendapat Imam Syafi’i di Irak), tidak membaca shalawat pada tasyahud awal karena seandainya disyari’atkan, tentu akan disyari’atkan pula membaca shalawat pada keluarga Muhammad seperti pada tasyahud akhir. Pendapat kedua , sebagaimana disebutkan dalam Al Umm bahwa shalawat tetap dibaca pada tasyahud awal karena ketika itu ada duduk untuk membaca tasyahud, maka tetap membaca shalawat ketika itu sebagaimana pada tasyahud akhir. Dua pendapat di atas disebutkan oleh Asy Syairozi, lihat Al Majmu’, 3: 306. Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa membaca shalawat menurut pendapat al qodim tidak disyariatkan. Ini juga yang menjadi pendapat Abu Hanifah, Imam Ahmad dan Ishaq. Begitu pula pendapat ini diceritakan dari ‘Atho’, Asy S...

SIFAT SHALAT NABI (16)

MENGGERAKKAN JARI TELUNJUK SAAT TASYAHUD Bagaimana hukum menggerak-gerakkan jari telunjuk ketika tasyahud? Apakah disunnahkan? Berikut tinjauan kami berdasarkan pendapat dalam madzhab Syafi’i. Imam  Nawawi  berkata,  “Apakah jari telunjuk digerak-gerakkan ketika berisyarat? Dalam madzhab  Syafi’i  ada beberapa pendapat. Inilah pendapat terkuat dalam madzhab Syafi’i dan tidak terjadi perselisihan kuat dalam madzhab itu sendiri, pendapat ini pun menjadi pendapat mayoritas ulama, isyarat jari tersebut tidak digerak-gerakkan. Seandainya digerakkan, hukumnya makruh, namun tidak membatalkan shalat karena gerakannya sedikit. Pendapat kedua dalam madzhab Syafi’i lainnya, menggerakkan jari itu diharamkan. Jika digerakkan shalatnya tidak batal karena gerakannya sedikit. Sedangkan ada pendapat lainnya yang menyatakan bahwa haram digerak-gerakkan, akibatnya membuat shalat batal. Namun pendapat terakhir ini adalah pendapat yang syadz (nyleneh ) dan lemah. Pendapat ketiga dal...

SIFAT SHALAT NABI (15)

KAPAN MULAI BERISYARAT DENGAN JARI TELUNJUK KETIKA TASYAHUD Kapan mulai berisyarat dengan jari telunjuk ketika tasyahud, baik tasyahud awal maupun akhir? Yang membicarakan isyarat jari telunjuk ketika tasyahud di antaranya adalah hadits dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma di mana ia berkata, ﻛَﺎﻥَ ﺇِﺫَﺍ ﺟَﻠَﺲَ ﻓِﻰ ﺍﻟﺼَّﻼَﺓِ ﻭَﺿَﻊَ ﻛَﻔَّﻪُ ﺍﻟْﻴُﻤْﻨَﻰ ﻋَﻠَﻰ ﻓَﺨِﺬِﻩِ ﺍﻟْﻴُﻤْﻨَﻰ ﻭَﻗَﺒَﺾَ ﺃَﺻَﺎﺑِﻌ...

SIFAT SHALAT NABI (14)

Image
CARA MENGGENGGAM JARI TANGAN KETIKA TASYAHUD Bagaimana cara menggenggam jari tangan ketika tasyahud? Bahasan kami kali ini berusaha mendekatkan pada madzhab Syafi’i yang kami banyak nukil dari  Al Majmu’ Syarh Muhadzdzab . Imam Asy Syairozi berkata, “Disunnahkan membentangkan jari tangan kiri di paha kiri. Sedangkan untuk tangan kanan ada tiga pendapat. Salah satunya, meletakkan tangan kanan di paha kanan di mana seluruh jari digenggam kecuali jari telunjuk. Hal ini yang masyhur sebagaimana riwayat dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika duduk tasyahud, beliau meletakkan tangan kirinya di lutut kiri. Beliau meletakkan tangan kanan di lutut kanan, lalu beliau menggenggam tiga jari dan berisyarat dengan jari telunjuk, sedangkan jari jempol berada di samping jari telunjuk.” ( Al Majmu’ , 3: 300) Diterangkan oleh Imam Nawawi, yang dimaksud meletakkan jari di situ adalah diletakkan di ujung lutut. Lihat Al Majmu’, 3: 301. Adapun maksud ...