Anjuran Melagukan Bacaan al-Quran? By Ustadz Ammi Nur Baits - Melagukan Bacaan al-Quran Apa yang dimaksud melagukan bacaan al-Quran? Katanya ada hadis yg menganjurkan melagukan quran. Jawab: Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du, Yang dimaksud melagukan bacaan al-Quran adalah tahsin al-qiraah, memperindah bacaan al-Quran. Bukan membaca dengan meniru lagu. (Baca: Membaca Al-Qur’an Dengan Langgam Jawa) Ada beberapa hadis yang menganjurkan untuk memperindah bacaan al-Quran. Diantaranya, Hadis dari al-Barra bin Azib Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berpesan, زَيِّنُوا الْقُرْآنَ بِأَصْوَاتِكُمْ Hiasilah al-Quran dengan suara kalian. (HR. Ahmad 18994, Nasai 1024, dan...
Hukum Menabung di Bank dengan Aneka Niat Oleh Ust Ammi Nur Baits Assalamu’alaikum ustadz Bolehkah menyimpan uang di bank syariah berupa tabungan atau deposito karena darurat. Apakah termasuk uang riba? Sebaiknya uang tersebut disalurkan kemana? Bolehkah digunakan untuk ma’isyah (mencari nafkah)? Jazaakallahu khoir Dari: Cesnawati Wa’alaikumussalam Berikut artikel yang mewakili jawaban pertanyaan Anda: Hukum menabung di bank dengan aneka niat Sejak kesadaran masyarakat terhadap agamanya semakin meningkat, mereka mulai merasa risih dengan bunga yang ada di bank. Imbas selanjutnya, mereka mulai mempertanyakan hukum menabung di bank . Karena mereka yakin bahwa bank akan memanfaatkan dana tabungan nasabah untuk aktivitas mereka. Agar kita bisa mengambil kesimpulan tanpa ragu, kita perlu merujuk apa kata ulama tentang hukum menabung di bank. Berikut keterangan para ulama kontemporer tentang hukum menabung di bank dengan aneka niat: Pertama , menabung unt...
Makna Hadits “Engkau dan Hartamu Adalah Milik Ayahmu” Dalam sebuah riwayat hadits disebutkan, dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu bahwa ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, ia berkata: “Wahai Rasulullah aku memiliki anak dan harta, namun ayahku ingin mengambil hartaku”. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: أنت ومالك لأبيك “Engkau dan hartamu adalah milik ayahmu” [HR. Ibnu Majah no. 2291, Ibnu Hibban, 2/142 dan Ahmad no. 6902] Dalam riwayat Ahmad disebutkan dengan lafadz : أنت ومالك لوالدك Apakah dipahami dari hadits tersebut bahwa seorang ayah boleh mengambil harta anak-anaknya sekehendaknya tanpa meminta ijin kepada anak? Berapa kadar harta yang boleh diambil? Sebelum menjawab pertanyaan di atas, perlu ...
Comments
Post a Comment