Posts

Panduan Sujud Sahwi (1)

Hukum dan Sebab Adanya Sujud Sahwi Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga akhir zaman . Saat ini kita akan membahas pembahasan menarik mengenai sujud sahwi, sujud karena lupa. Kami akan sajikan dengan sederhana supaya lebih memahamkan pembaca sekalian. Panduan sujud sahwi ini akan kami bagi menjadi beberapa seri tulisan. Semoga bermanfaat. Definisi Sujud Sahwi Sahwi secara bahasa bermakna lupa atau lalai. [1] Sujud sahwi secara istilah adalah sujud yang dilakukan di akhir shalat atau setelah shalat untuk menutupi cacat dalam shalat karena meninggalkan sesuatu yang diperintahkan atau mengerjakan sesuatu yang dilarang dengan tidak sengaja. [2] Pensyariatan Sujud Sahwi Para ulama madzhab sepakat mengenai disyariatkannya sujud sahwi. Di antara dalil yang menunjukkan pensyariatannya adalah hadits-hadits berikut ini. Hadits-hadits ini pun nantinya akan dij...

Dzikir Setelah Shalat Sunnah

DZIKIR SETELAH SAHALAT SUNNAH Astaghfirullah (Memohon Ampunan) ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُ ﺍﻟﻠﻪَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُ ﺍﻟﻠﻪَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُ ﺍﻟﻠﻪَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻭَﻣِﻨْﻚَ ﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ ﺗَﺒَﺎﺭَﻛْﺖَ ﻳَﺎ ﺫَﺍ ﺍﻟْﺠَﻼَﻝِ ﻭَﺍ...

Kekeliruan Dalam Shalat

MELURUSKAN KEKELIRUAN IMAM DALAM SHALAT BERJAMA'AH Oleh : Ust. `Aunur Rofiq bin Ghufron Meluruskan kekeliruan imam merupakan kewajiban umat Islam yang berilmu. Kekeliruan imam dalam sholat tidak hanya berakibat buruk kepada dirinya saja, tetapi akan mewariskan kesesatan kepada umat. Oleh karena itu wajib bagi kita semua, apabila kita keliru hendaknya bersenang hati untuk kembali kepada yang kebenaran setelah mengetahui dalilnya. Tidak boleh malu di hadapan manusia hanya karena takut disalahkan atau gengsi karena kehilangan wibawa. Malu dihadapan Allah lebih utama daripada malu di hadapan manusia. Semoga Allah memperlihatkan kepada kita yang haq dan memudahkan kita untuk menerima dan mengamalkannya. Dan memperlihatkan kepada kita yang batil dan memudahkan kita untuk menjauhinya. Sholat merupakan ibadah yang paling pokok setelah seseorang berikrar mengucapkan dua syahadat. Sholat adalah ibadah yang tidak bisa dikurangi atau ditambah, karena Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salla...

Membaca Robbighfirli Setelah Membaca Al Fatihah Dalam Shalat

Kedudukan Riwayat `Hadist Rabbighfirli` Setelah membaca Al-fatihah dalam Sholat Mengucapkan Rabbighfirli sesudah membaca Al-fatihah dalam Sholat, adalah terlarang . Memang ada sebagian kaum muslimin melakukan, mereka berdalil dengan sebuah hadist dari Wail bin Hujr : Bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam jika membaca Al-fatihah maka setelah membaca waladdhaallin beliau Shallallahu Alaihi Wasallam membaca rabbighfirliy, lalu amiin. Hadits di atas diriwayatkan oleh Imam Al Baihaqi, Imam Attabrani dll. Dinukil dari kitab Nihayatul Muhtaj ilaa syarah Alminhaj karya Ibnu Hajar al Haitami. Pengarang kitab syarah Fathul Mu`in berkata : Dan disunatkan membaca “Ta’min” yaitu lafadz “Aamiin” dengan pelan(ringan) dan panjang serta bagus menambah dengan (bacaan) “Robbighfirl i” diujungnya atau diujung Al-Fatihah. (Syarah Fathul Mu’in : 18). Tetapi setelah diteliti ternyata riwayat hadist di atas adalah riwayat yang sangat dhoif , karena di dala...

Sifat Shalat Nabi (5)

MENGERASKAN BACAAN DALAM SHALAT , Assalamu'alaikum .. Saat ini kita akan mengulang bacaan surat setelah Al Fatihah dan hukum mengeraskan bacaan dalam shalat. , 12- MEMBACA AL FATIHAH, SURAT LAINNYA DI DUA RAKAAT PERTAMA DARI SHALAT TIGA DAN EMPAT RAKAAT Surat yang dituntunkan untuk dibaca: a- Shalat Shubuh dengan surat thiwalil mufasshol. b- Shalat Maghrib dengan surat qishoril mufasshol. c- Shalat wajib lainnya dengan surat awsathil mufasshol. , Surat thiwalil mufasshol adalah mulai dari surat Qaaf hingga surat Al Mursalaat. Surat qishoril mufasshol adalah mulai dari surat Adh Dhuha hingga akhir Al Qur’an. Sedangkan surat awsathil mufasshol adalah mulai dari surat An Naba’ hingga surat Al Lail. , Syaikh ‘Abdullah bin ‘Abdurrahman Al Jibrin berkata, “Surat yang dibaca setelah Al Fatihah adalah bisa satu surat utuh atau sebagiannya saja dari awal, pertengahan atau akhir, itu pun sah.” (Ibhajul Mu’minin, 1: 143). , Ibnul Qoyyim berkata, “Jik...

SIFAT SHALAT NABI (4)

MEMBACA AL FATIHAH . Sifat shalat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kali ini membahas tentang hukum menjaherkan (mengeraskan) basmalah dan hukum membaca surat Al Fatihah. 10- SETELAH TA'AWUDZ, DILANJUTKAN MEMBACA BASMALAH Yaitu bismillahir rahmanir rahiim (artinya: dengan menyebut nama Allah yang Maha pengasih lagi Maha penyayan Basmalah tidak dikeraskan, cukup bacaan untuk diri sendiri (lirih). Dari ‘Aisyah, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membuka shalatnya dengan takbir lalu membaca alhamdulillahi robbil ‘alamin.” (HR. Muslim no. 498). Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di ketika menjelaskan hadits di atas dalam Umdatul Ahkam, beliau berkata, “Ini adalah dalil bahwa bacaan basmalah tidaklah dijahrkan (dikeraskan).” (Syarh ‘Umdatil Ahkam karya Syaikh As Sa’di, hal. 161). Juga dalil lainnya adalah hadits Anas, di mana ia berkata, “Aku pernah shalat bersama Rasulullah shallallahu ...

Adzan

Image
5 AMALAN KETIKA MENDENGAR ADZAN . Asaalamu'alaikum Warahmatullahi wabarakatuh Lima amalan yang telah disebutkan oleh Ibnul Qayyim sebagai berikut, 1. Mengucapkan seperti apa yang diucapkan oleh muadzin. 2. Bershalawat pada Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam: Allahomi sholli ‘ala Muhammad atau membaca shalawat ibrahimiyyah seperti yang dibaca saat tasyahud, 3. Minta pada Allah untuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam wasilah dan keutamaan sebagaimana yang disebutkan dalam hadits Jabir bin ‘Abdillah: Allahumma robba hadzihid da’watit taammah wash sholatil qoo-imah, aati Muhammadanil wasilata wal fadhilah, wab’atshu maqoomam mahmuuda alladzi wa ‘adtah… 4. Membaca: Asyhadu alla ilaha illallah wahdahu laa syarika lah wa anna muhammadan ‘abduhu wa rasuluh, radhitu billahi robbaa wa bi muhammadin rosulaa wa bil islami diinaa , sebagaimana disebutkan dalam hadits Sa’ad bin Abi Waqqash. 5. Memanjatkan doa sesuai yang diinginkan. (LihatJalaa-ul Afhamhal. 329-331) Dalil untuk amalan nomo...